You are currently viewing Waspada! Ini Bahaya Merokok Bagi Kesehatan & Penyakit yang Akan Muncul

Waspada! Ini Bahaya Merokok Bagi Kesehatan & Penyakit yang Akan Muncul

Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki jumlah perokok aktif terbanyak di dunia. Bahkan di negara kita imbauan larangan merokok tidak efektif untuk menekan jumlah perokok di tanah air.

Perlu Anda ketahui, ada sejumlah bahaya yang mengintai bagi para perokok. Bahkan bahaya tidak hanya mengintai pada perokok aktif saja, para perokok pasif yang sering terpapar asap rokok pun berpotensi terkena penyakit berbahaya.

Kenapa Merokok Berbahaya untuk Kesehatan?

Apa sih yang membuat rokok berbahaya? Sebagai informasi, satu batang rokok saja mengandung banyak bahan kimia yang mengancam kesehatan. Adapun kandungan berbahaya yang ada pada rokok di antaranya seperti:

  • Kandungan tar
  • Gas oksidan
  • Gas karbon monoksida
  • Arsenik

Semua kandungan berbahaya di atas dapat menjadi pemicu berbagai penyakit ringan maupun berat. Selain itu, diduga masih banyak kandungan racun lainnya yang terdapat di dalam rokok.

Bahaya yang Mengintai Para Perokok Aktif

Ada banyak bahaya merokok yang mengintai perokok aktif maupun pasif. Berikut sudah kami rangkum apa saja bahaya-bahayanya tersebut untuk para perokok aktif terlebih dahulu:

1.  Risiko Terkena Kanker

Menurut data dari Centers for Disease Control and Prevention, 90% penderita kanker yang meninggal adalah perokok. Selain kanker paru-paru, menghisap rokok juga dapat menyebabkan kanker pada mulut, tenggorokan, laring dan lainnya.

2.  Sistem Imun Menurun

Kandungan tar dan beberapa zat kimia yang ada pada rokok dapat mempengaruhi sistem kekebalan tubuh. Perokok umumnya memiliki sistem kekebalan tubuh atau imun yang lemah.

Ketika sistem imun melemah,maka tubuh tidak akan mampu untuk melawan infeksi. Hal tersebut juga menjadi salah satu pemicu timbulnya berbagai penyakit akibat merokok.

3.  Gangguan Penglihatan

Seorang perokok yang berusia di atas 65 tahun berpotensi mengalami risiko degenerasi makula. Bahkan untuk orang yang sudah berusia di atas 65 tahun, risiko tersebut akan meningkat dua kali lipat.

Degenerasi makula merupakan suatu kondisi dimana titik kecil pusat retina mengalami kerusakan. Area pada mata ini memiliki fungsi untuk melihat benda yang ada di depan. Hal inilah yang menjadi alasan kenapa perokok berisiko mengalami gangguan penglihatan.

4.  Luka Menjadi Susah Kering

Kandungan nikotin pada rokok dapat menyebabkan pembuluh darah menjadi mengencang. Kondisi tersebut dapat berakibat menurunya nutrisi yang disuplai ke luka. Pasalnya, kandungan seperti nutrisi, mineral dan oksigen semuanya disuplai melalui aliran darah.

Penyembuhan luka akan menjadi lebih lambat akibat mengencangnya pembuluh darah. Bahkan risiko infeksi setelah cedera maupun operasi pun menjadi semakin besar.

5.  Menimbulkan Gangguan Indra Penciuman dan Pengecap

Racun pada satu batang rokok saja bisa membuat sensitivitas lidah dan hidung menjadi menurun. Apalagi jika Anda menghisap rokok secara berlebihan.

Lidah memiliki fungsi sebagai indera pengecap, sedangkan hidung berfungsi sebagai indra pencium. Menurunnya kedua indra tersebut akan mengganggu penciuman dan pengecap. Alhasil, perokok tidak bisa merasakan makanan dan mencium bau secara maksimal.

6.  Masalah Pada Sistem Pernapasan

Perokok memiliki potensi gangguan atau permasalahan pada sistem pernapasan. Asap rokok yang terhisap baik oleh perokok aktif maupun pasif secara perlahan akan merusak sistem pernapasan.

Jika dibiarkan secara terus menerus, maka akan mengakibatkan berbagai gangguan penyakit pada saluran pernapasan.

7.  Gangguan Kesuburan

Racun pada rokok berpotensi untuk merusak sistem reproduksi. Akibatnya banyak perokok yang susah hamil. Selain itu, wanita perokok juga cenderung mengalami menopause lebih awal.

Pria yang umumnya perokok berat dapat merusak aliran darah dan arteri. Dua hal tersebut merupakan faktor yang sangat penting sekali di dalam proses ereksi. Bahkan para perokok cenderung memiliki risiko tinggi terkena impotensi.

Bahaya Kesehatan Untuk Para Perokok Pasif

Asap rokok berpotensi terhisap oleh orang yang bukan perokok. Mereka disebut juga sebagai perokok pasif. Seorang perokok pasif juga terancam oleh sejumlah penyakit yang mengintai sebagai berikut:

  • Menurunnya sistem imunitas tubuh yang menyebabkan seseorang menjadi sering sakit.
  • Penyakit paru-paru seperti bronkitis.
  • Batuk.
  • Sesak nafas.
  • Mengi.
  • Infeksi telinga.

Perlu Anda ketahui, perokok pasif bisa berjumlah lebih banyak daripada yang aktif. Pasalnya, mereka adalah orang-orang yang terpapar dan menghisap racun dari asap rokok. Bahkan anak-anak hingga bayi yang ada di sekitar pun berpotensi terpapar bahayanya.

Masalah Paru-Paru yang Mengintai Perokok Aktif

Seperti yang kami jelaskan sebelumnya, gangguan pada paru-paru merupakan salah satu penyakit akibat merokok. Berikut beberapa masalah paru-paru yang rentan mengintai para perokok.

  • Bronkitis kronis: yaitu sebuah kondisi dimana produksi lendir pada saluran udara menjadi lebih banyak.  Akibatnya penderita bronkitis akan mengalami batuk,
  • Emfisema: yaitu kondisi saat kantung udara pada paru-paru perlahan hancur yang dapat mengakibatkan sesak napas dan napas menjadi pendek.

Penyakit yang Mengintai Para Perokok Aktif

Umumnya, para perokok aktif memiliki potensi gangguan kesehatan lebih banyak. Maka dari itu, hentikan kebiasan buruk tersebut sekarang juga. Berikut berbagai penyakit yang mengintai untuk yang sering merokok.

1.  Penyakit Diabetes

Tingkat risiko penyakit diabetes pada perokok aktif tergolong tinggi. Hal tersebut karena kandungan nikotin yang dihisap dapat membuat kadar gula darah menjadi naik atau turun.

Gangguan kesehatan akibat rokok ini tidak boleh dibiarkan. Pasalnya, jika dibiarkan akan meningkatkan komplikasi seperti ginjal, mata, jantung dan saraf.

2.  Penyakit Gigi dan Mulut

Seorang perokok aktif memiliki potensi dua kali lebih besar terkena penyakit gusi. Namun bukan penyakit gusi biasa yang mengintai para perokok. Penyakit gusi ini bisa menghancurkan tulang yang menopang gigi.

Selain itu, menghisap rokok juga dapat mengakibatkan timbulnya noda pada gigi. Perokok berat bahkan memiliki noda kuning atau cokelat yang susah dihilangkan pada bagian gigi.

3.  Penyakit Kardiovaskular

Rokok identik dengan penyakit kardiovaskular. Alasannya sangat sederhana, yaitu karena nikotin dapat membuat pembuluh darah menjadi mengencang dan menyebabkan penyakit arteri perifer.

Jika dibiarkan semakin lama, maka kondisi ini dapat mengakibatkan meningkatnya tekanan darah dan juga lemahnya dinding pembuluh darah. Bahkan lebih parahnya lagi, kondisi ini bisa mengakibatkan pembekuan pada darah.

4.  Penyakit Kanker

Menghisap asap rokok berpotensi menyebabkan kanker. Maka dari itu, mulailah sayangi diri sendiri dengan berhenti menghisap nikotin dari rokok sejak dini. Karena berhenti dari kebiasaan tersebut merupakan keputusan yang bijak untuk mencegah kanker.

5.  Komplikasi Penyakit Pada Ibu Hamil

Ada banyak sekali alasan kenapa ibu hamil dilarang untuk menghisap rokok. Bahkan menghisap asapnya saja dari orang lain tidak diperbolehkan.

Ada beberapa masalah kesehatan yang mengintai pada ibu hamil dan janin jika menghisap asap rokok. Beberapa masalah serius yang mengintai pada ibu hamil akibat asap tersebut yaitu seperti gangguan kehamilan ektopik, pecah ketuban dini, keguguran, dan lainnya.

Perlu diingat, merokok sama saja seperti menyimpan racun di dalam tubuh yang semakin lama bisa menumpuk bila dilakukan secara terus menerus. Bila Sahabat Kaef  ingin mengetahui lebih banyak terkait dengan bahaya merokok atau ingin berdiskusi tentang bagaimana cara menghentikan kebiasaan merokok, bisa berkonsultasi pada dokter. Selain itu juga, jika ingin  berbelanja kebutuhan obat di aplikasi Kimia Farma Mobile, bisa langsung mendownload aplikasinya sekarang di App Store dan Google Play.

Sumber 

https://www.medicalnewstoday.com/articles/324644#other-cancers

https://www.lung.org/research/sotc/by-the-numbers/10-health-effects-caused-by-smoking

https://dinkes.surakarta.go.id/bahaya-dan-dampak-asap-rokok-di-dalam-rumah/